Breaking News

Hanya untuk medapatkan sinyal jaringan telepon seluler,pelajar di pekon pelosok kecamatan pematang sawa bagian selatan rela mempertaruhkan keselamatan

 

Tanggamus  

Streaming tv

hakikat kemerdekaan di negeri ini sejatinya belum bisa dinikmati oleh warga indonesia sepenuhnya.

baik dari segi meratanya pembangunan,perekonomian  dan pendidikan.

hal ini begitu sangat di rasakan oleh warga yang berada di beberapa pekon-pekon terisolir yang masuk di kecamatan pematang sawa kabupaten tanggamus.

tepatanya di pekon tampang tua,pekon tampang muda dan pekon sekitarnya.

salah satunya kebutuhan untuk komunkiasi melalui sambungan seluler. demi untuk mendapatkan sinyal sambungan telepon selular,warga yang berada di pekon terisolir tersebut rela memanjat pohon  bahkan mereka tidak segan untuk mendaki perbukitan yang tinggi hanya untuk mendapatkan sinyal yang akurat,tidak jarang juga mereka mengabaikan keselamatan diri dengan kondisi alam yang terkadang tidak bersahabat.

sangat miris sekali kita melihat saudara kita yang hidup di daerah pelosok kabupaten tanggamus.

hanya karena keterbatasan sinyal telepon mereka sangat sulit untuk mengakses perkembangan dunia luar melalui media online,hanya untuk menjalin silaturahim sesama anggota keluarga lewat handpone saja sangat susah.

apalagi dalam masa pandemi covid-19,pelajar di wajibkan mengikuti pelajaran lewat media online (daring),mereka sangat kesulitan untuk mengikuti program belajar daring.

dari pantauan media lampung streaming tv di lapangan,terlihat para remaja dan anak-anak yang ikut belajar online  sampai rela memanjat pohon setinggi 2 sampai 3 meter demi mendapatkan signal,terkadang juga mereka tidak jarang harus rela mengantri untuk bergantian memanjat pohon,karna apabila terlalu banyak yang memanjat pohon,dikhawatirkan dahan pohon tak mampu untuk menopang tubuh mereka.

Epan(14) salah satu remaja yang sempat  diwawancarai oleh awak media,Dia bercerita banyak tentang suka duka disaat mencari signal.

“Kalau cuacanya lagi bagus kami sangat senang, karna suara telponnya lebih jernih dan jelas didengar, namun disaat cuaca lagi kurang bersahabat, suara sambungan telepon kami tidak  jelas dan terputus putus,” tuturnya.

Menurut keterangan Epan dan kawan-kawan,mereka tidak jarang  harus terpaksa pulang karna terkendala  hujan yang sering datang tiba-tiba.

Setelah mendengarkan cerita demi cerita dari para remaja tersebut sangat sedih dan miris dengan keadaan saudara-saudara kita yang berda di pelosok,keadaan meraka sangat tidak sejajar dengan keadaan kecamatan lain yang berada di wilayah kabupaten tanggamus.

hanya untuk mendapatkan jaringan seluler  yang akurat.mereka rela mengantri untuk memanjat pohon dan mempertaruhkan keselamatan mereka.

Masyarakat pekon tampang muda dan pekon sekitarnya sangat berharap kepada pemerintah Daerah kabupaten Tanggamus agar dapat merespon dan mendirikan tower seluler di wilayah tersebut, sehingga dapat membuat mimpi mereka selama ini menjadi kenyataan demi meratanya pembangunan yang berkaedilan di "bumi jejama"ini.(hendra wijaya)

Posting Komentar

0 Komentar